Jumat, 25 April 2014

SOP PEMETAAN GEOLOGI

1.    Menetapkan dan merencanakan daerah yang akan dipetakan (Data Skunder)
Ø  Koordinat IUP
Ø  Peta Geologi Regional
Ø  Laporan Terdahulu pada lokasi yang akan diselidiki, jika ada
2.    Menetapkan target dan jangka waktu penyelesaiannya
3.    Menyiapkan peralatan dan personil pelaksana serta sarana penunjangnya
4.    Merencanakan traverse berdasarkan peta Geologi yang ada

Melaksanakan Pemetaan Geologi terdiri dari :
1.  Plotting lokasi singkapan setiap traverse pada peta Topografi
2.   Diskripsi Singkapan
3.   Pengukuran Struktur Geologi ( seperti Strike/Dip dsb )
4.   Pembuatan sketsa singkapan, pengambilan contoh seberat kurang lebih 5 kg dan dilakukan pemotretan.
5.            Pengambilan sampel batubara dapat dilakukan dengan metode Channel atau Trenching
a.       Membuat pit yang disesuaikan dengan kondisi dan posisi singkapan.
b.       Sampel dikirim ke laboratorium untuk dianalisa.
6.    Lokasi singkapan diberi kode
7.     Pengukuran koordinat dan elevasi singkapan Batubara dengan mengikat
        terhadap titik traverse yang telah didapat dari pemetaan Topografi.
8.    Documentasi vegetasi dan morfologi di dalam daerah IUP penyelidikan
9.    Documentasi Acses jalan dan sungai, desa yang di lalui menuju daerah penyelidikan.

Evaluasi Dan Analisa Data Geologi :
1.       Plotting data hasil Analisis Singkapan Batubara pada lokasi pengambilan
        Sampel Sesuai dengan kode lokasi.
2.    Plotiting data Geologi lapangan.
3.    Penginterpretasikan :
        a.    Struktur Geologi
        b.    Kemenerusan Singkapan Batubara.
c.    Pemilahan blok – blok tertentu Batubara yang mempunyai kwalitas tertentu.
        d.    Jumlah lapisan dari Batubara.
        e.    Cadangan Geologi dengan batas kedalaman tertentu.
        f.     Pola dan Arah aliran Sungai.
        g.    Penampang Geologi.
4.    Memberikan saran lokasi yang perlu diteliti lebih lanjut (seperti Pola Distribusi lubang bor)
5.    Penggambaran peta Geologi dan hasil interprestasi.

Pemerian Batubara yang perlu diperhatikan sebagai berikut :
1.    Warna ( Colour ) adalah Warna dari Batubara tersebut
2.    Kilap ( Bright / Luster ) , yang dinyatakan dalam derajat Prosentase Batubara tersebut.
3.    Cerat ( Streak ) adalah warna dari batubara yang telah digores.
4.    Pecahan ( Fracture )
5.    Cleat ( rekahan ), rekahan yang terdapat pada Batubara
Pemerian untuk Batuan lain yang perlu diperhatikan :
1.    Warna ( colour ) , warna dari lithologi baik dalam keadaan lapuk maupun segar
2.    Besar butir ( Grain Size )
3.    Derajat Pemilahan ( Sorting )
4.    Kemas
5.    Kandungan Mineral
6.    Porositas
7.     Semen dan massa dasar ( sementasi dan Matrix )
8.    Struktur Sedimen

Cara pengambilan Sample :
1.    Menentukan Strike / Dip dari Batubara tersebut.
2.    Menentukan bagian dari Roof dan Floor dari Batubara yang akan disample.
3.    Menentukan ketebalan dari Batubara tersebut (True Thickness)
4.    Setelah mengetahui ketebalan dari Batubara kemudian menentukan batas dari sample (Ply by Ply) dan             jumlah yang akan diambil. Serta merecord interval sample , kode nomor sample, Lokasi pengambilan               sample dan keterangan lain pada buku diskripsi.
a.       Ambil sample dan masukan kedalam kantong plastik yang telah disediakan ,serta diikat dengan kuat dan benar.

b.      Sample yang telah diambil dan di prepare segera dikirim ke laboratorium.

Format Lapangan Geology Map